Batik Stefa dan Batik Waya Tampil di ASN Fashion Show, Mitra Raih Penghargaan

Manado, 26 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara turut ambil bagian dalam ajang ASN Fashion Show Kreasi Wastra Sulawesi Utara dan Gorontalo yang menjadi bagian dari rangkaian BSG Fest Tahun 2026, yang berlangsung pada 25–26 September 2026 di Atrium Mantos 3, Manado.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara diwakili oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, melalui dua orang pegawai, yakni Rifial Febrianto Alit dan Marina Indriani Pidode.
Dalam penampilannya, perwakilan Minahasa Tenggara membawa dan mengenakan Batik Stefa dan Batik Waya sebagai bagian dari kekayaan wastra Sulawesi Utara. Kedua wastra tersebut dikemas dalam busana yang memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern, sesuai dengan konsep ASN Fashion Show Kreasi Wastra.
Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari dewan juri dan berhasil mengantarkan pasangan perwakilan Minahasa Tenggara meraih penghargaan “The Best Modernisasi Wastra” di antara 20 pasangan peserta yang berasal dari Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Keikutsertaan dalam ajang ini menjadi salah satu bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara dalam memperkenalkan dan mengangkat potensi wastra daerah, khususnya Batik Stefa dan Batik Waya, agar semakin dikenal dan dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk kreasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui ajang tersebut, wastra tidak hanya ditampilkan sebagai bagian dari warisan budaya, tetapi juga diperkenalkan melalui kreativitas dan inovasi dalam dunia fesyen. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan budaya daerah dapat terus dikembangkan tanpa meninggalkan identitas dan nilai tradisional yang terkandung di dalamnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Tenggara melalui keikutsertaan ini berharap pengenalan terhadap wastra daerah dapat semakin luas, baik di tingkat regional maupun ke depannya pada tingkat yang lebih luas.
Prestasi The Best Modernisasi Wastra yang diraih dalam BSG Fest 2026 menjadi momentum untuk terus mendorong promosi, pelestarian, serta pengembangan wastra sebagai bagian dari kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif Kabupaten Minahasa Tenggara.



